Meninggalkan Salah Satu Rukun Khutbah Jum’at

Pertanyaan:

Assalaamu’alaikum………….
Ustadz yang dimuliakan ALLAH SWT, beberapa waktu yang lalu disalah satu masjid di daerah saya ada salah seorang jama’ah jum’at yang mempertanyakan sah/tidaknya shalat jum’at yang baru selesai dilaksanakan. Pasalnya adalah sang khotib ketika berdo’a disaat khutbah tdk menggunakan do’a dengan lafal “Allahummaghfir lil muslimiin wal muslimaat …dst”, tetapi khotib berdo’a dengan lafal “Rabbanaa dzolamna anfusanaa……. dst”. Bagaimana solusi atas masalah ini menurut pandangan Islam.
Wassalaamu’alaikum………..

Abu Hanifah

Jawaban:

Assalamu `alaikum Wr. Wb.
Al-Hamdulillahi Rabbil `Alamin, Washshalatu Wassalamu `Alaa Sayyidil Mursalin, Wa `Alaa `Aalihi Waashabihi Ajma`in, Wa Ba`d

Lafaz doa seperti yang Anda sebutkan yaitu (Rabbana zholamna anfusana �) bukanlah bagian dari rukun khutbah jumat. Begitu juga lafaz doa (Allahummaghfir lilmuslimin wal muslimat �). Keduanya sama-sama bukan lafaz yang menjadi rukun shalat Jumat, sehingga bila kedua lafaz itu tidak diucapkan oleh khatib jumat, sama sekali tidak ada yang kurang dari rukun khutbah itu.

Rukun Khutbah Jumat

Al-Iman an-Nawawi dalam kitab Al-Majmu` Syarah Al-Muhazzab, sebuab kitab fiqih perbandingan menyebutkan bahwa rukun khutbah Jumat itu ada 4 point.

  1. Hamdalah

    Khatib Jumat wajib membaca hamdalah yaitu memuji kepada Allah SWT. Bila hamdalah ini tidak dilakukan, maka khutbahnya itu tidak syah. Dalilnya adalah hadits Rasulullah SAW :

    Dari Jabir bin Abdillah bahwa Rasulullah SAW berkhutbah Jumat, beliau membaca hamdalah dan memuji-Nya �(HR. Muslim).

  2. Bershalawat kepada Rasulullah SAW

    Karena ibadah yang membutuhkan penyebutna nama Allah SWT tentu juga harus disebutkan Rasulullah SAW dengan cara menyampaikan shalawat kepada beliau. Sebagaimana azan dan iqamat.

  3. Penyampaian Washiat

    Intinya adalah washiat untuk bertaqwa kepada Allah SWT. Isi khutbah beliau setelah hamdalah dan shalawat adalah penyampaian pesan-pesan kepada peseta shalat jumat. Digambarkan dalam hadits-hadits bahwa beliau sangat ekspersif dan eksentrik ketika menyampaikan pesan tersebut.

    Dari Jabir bin Abdillah bahwa Rasulullah SAW berkhutbah Jumat, maka kedua matanya memerah, suaranya meninggi dan marahnya dahsyat, seolah-olah beliau sedang memberi peringatan kepada pasukan sambil berkata,�Musuh akan segera mendatangimu sore atau pagi hari�.�(HR. Muslim).

  4. Pembacaan ayat Al-Quran Al-Karim

    Pembacaan ayat Al-Quran Al-Karim di dalam sebuah khutbah jumat hukumnya wajib dan merupakan rukun dari khutbah itu. Sehingga bila khatib lupa atau sengaja tidak membaca ayat Al-Quran Al-Karim, maka khutbah jumat itu tidak syah.

    Dalilnya adalah hadits berikut ini :

    Dari Jabin bin Samurah ra berkata bahwa Rasulullah SAW membaca ayat Al-Quran Al-Karim dan mengingatkan manusia dalam khutbah jumat.(HR. Muslim).

    Para ulam berbeda pendapat, apakah kewajiban untuk membaca ayat Al-Quran Al-Karim ini terbatas pada khutbah yang pertama saja atau harus pada kedua khutbah itu. Sebagian mengatakan harus pada kedua khutbah itu, namun yang lainnya mengatakan boleh hanya pada salah satunya saja.

    Disunnahkan untuk membaca surat QAAF sebagaimana hadits berikut :

    Dari Ummi Hisyam binti Haritsah binti An-Nu�man berkata,�Aku tidak mengambil ayat (Qaaf, Walquranil majid) kecuali dari lisan Rasulullah SAW yang dibacanya pada setiap khutbah jumat di atas mimbar yaitu tatkala berkhutbah di depan manusia(HR. Muslim).

Sedangkan doa itu sendiri hukumnya khilaf di antara para ulama. Sebagian mengatakan wajib dibaca saat khutbah jumat dan yang lain mengatakan hukumnya mustahab. Apalagi lafaz doanya, maka tidak ada ketentuan harus lafaz tertentu.

Sehingga hukum khutbah jum�at yang sudah memenuhi rukunnya yang empat itu syah, meski tidak melafazkan doa yang Anda contohkan.

Hadaanallahu Wa Iyyakum Ajma`in, Wallahu A`lam Bish-shawab,
Wassalamu `Alaikum Warahmatullahi Wa Barakatuh.

2 Responses to “Meninggalkan Salah Satu Rukun Khutbah Jum’at”

  1. faisol Says:

    terima kasih sharing info/ilmunya…
    saya membuat tulisan tentang “Tidur Ketika Khutbah Jum‘at, Mengapa?!”
    silakan berkunjung ke:

    http://achmadfaisol.blogspot.com/2008/08/hidup-ini-memang-penuh-kelucuan.html

    salam,
    achmad faisol
    http://achmadfaisol.blogspot.com/

  2. faisol Says:

    terima kasih sharing info/ilmunya…
    saya membuat tulisan tentang “Bagaimana Menjadi Khatib Efektif?”
    silakan berkunjung ke:

    http://achmadfaisol.blogspot.com/2008/08/bagaimana-menjadi-khatib-efektif-1-of-2.html

    salam,
    achmad faisol
    http://achmadfaisol.blogspot.com/

Leave a Reply