Memaknai Maulid Nabi Muhammad SAW

Kepribadian Rasulullah adalah teladan bagi umat manusia. Dalam diri beliau terangkum keindahan ajaran-ajaran Islam. Ketika Aisyah ditanya tentang akhlak Rasulullah, beliau hanya menjawab “khuluquhu Al Qur’an” (akhlaknya Muhammad itu Al Qur’an).


Rasulullah lahir pada tanggal 12 Rabiul awal tahun Gajah. Di Indonesia dan beberapa negara lainnya hari lahir beliau diperingati dengan mengadakan perayaan-perayaan keagamaan seperti syair barzanji dan pengajian.

Barzanji adalah karya tulis seni sastra yang isinya bertutur tentang kehidupan Muhammad, mencakup silsilah keturunannya, masa kanak-kanak, remaja, pemuda, hingga diangkat menjadi rasul. Karya itu juga mengisahkan sifat-sifat mulia yang dimiliki Nabi Muhammad, serta berbagai peristiwa untuk dijadikan teladan umat manusia.

Awal Mula Peringatan Maulidmjkhjk

Menurut catatan sejarah, peringatan maulid Nabi Muhammad SAW pertama kali diperkenalkan seorang penguasa Dinasti Fatimiyah. Jauh sebelum Al-Barzanij lahir dan menciptakan puji-pujian kepada Nabi Muhammad SAW. Langkah ini secara tidak langsung dimaksudkan sebagai sebuah penegasan kepada khalayak, bahwa dinasti ini betul-betul keturunan Nabi Muhammad SAW. Setidaknya ada dimensi politis dalam kegiatan tersebut.

Selanjutnya peringatan Maulid menjadi sebuah rutinitas umat Islam di berbagai belahan dunia. Hal itu terjadi setelah Abu Sa’id al-Kokburi, Gubernur Irbil, Irak, mempopulerkannya pada masa pemerintahan Sultan Shalahuddin al-Ayyubi (1138-1193M). Waktu itu tujuan untuk memperkokoh semangat keagamaan umat Islam umumnya, khususnya mental para tentara menghadapi serangan tentara salib dari Eropa, yang ingin merebut tanah suci Jerusalem dari tangan kaum muslimin.

Sikap Pro Kontra

Penyelenggarann peringatan maulid Nabi Muhammad SAW bukan tanpa masalah, Sikap pro dan kontra terhadap tradisi ini selalu timbul sepanjang sejarah. Ulama mazhab Syafi’i secara tegas mengungakapkan dukungan dan menganggap hal itu sebagai sesuatu yang sah dilakukan. Tetapi ulama dari mazhab Maliki menolak dengan berbagai argumentasi.

Salah satu saasaran kritik terhadap perayaan Maulid Nabi di Indonesia, adalah masuknya nilai lain yang justru dianggap akan merusak makna maulid. Misalnya kegiatan peringatan itu bercampur dengan upacara-upacara berbau mistik atau tradisi khas budaya Islam Jawa.

Al Quran memang tidak memerintahkan secara eksplisit agar umat Islam memperingati maulid Nabi Muhammad dengan perayaan atau seremonial tertentu. Allah dan Rasul-Nya juga tidak memerintahkan umat Islam setiap tahun memperingati hari Hijrah, hari Isra’ Mi’raj, hari wafat Nabi dan hari bersejarah lainnya. Namun andaikata peringatan Maulid Nabi itu diadakan dengan cara Islami dan tujuan positif untuk syiar dan dakwah agama, tentunya perbuatan itu bukan termasuk bid’ah. Sebab yang dapat dikatakan bid’ah menurut kesepakatan ulama hanyalah melakukan rekayasa dalam ibadah mahdhoh, seperti sholat fardhu, sedang memperingati Maulid Nabi Muhammad bukan termasuk ibadah Mahdhoh.

Firman Allah: “Semua kisah para Rasul, Kami ceritakan kepadamu: yaitu kisah-kisah yang dengannya Kami teguhkan hatimu; telah datang kepadamu kebenaran, pengajaran dan peringatan bagi orang-orang yang beriman” (QS Hud:120).

Ayat tersebut memberi pengertian bahwa membaca dan membacakan kisah para Rasul Allah serta mengambil hikmah darinya, dapat meneguhkan iman. Dengan demikian, mengadakan peringatan maulid Nabi dengan cara mengungkapkan kembali kisah perjuangannya termasuk menifastasi mengamalkan firman Allah tadi.

Pembaruan Pandangan Hidup

Keberhasilan Nabi Muhammad mengubah struktur kehidupan bangsa Arab bukan melalui ayunan pedang sebagaimana dituduhkan oleh orientalis barat. Tetapi dilatarbelakangi oleh kepemimpinan bijak lestari. Nabi benar-benar menjadi uswah dan idola serta tumpuan umat. Sang tokoh itu ternyata merupakan pemimpin demokratis sepanjang sejarah, bukan penganut “sistem kebangsaan” sempit apalagi sukuisme yang picik, Ia tidak pernah memihak membabi buta terhadap siapa pun, termasuk terhadap putri kandungnya. Itulah antara lain tipologi kepemimpinan.

Kesuksesannya membawa panji Islam tidak terletak pada singgasana gemerlapan. Akan tetapi pada beberapa kekuatan dan keistimewaannya, antara lain pribadi sederhana, merakyat (populis) dan bersahaja, tetapi sekaligus mengandung kekuatan dan pesona tersendiri. Berbeda dengan pemimpin kaliber dunia yang tidak merakyat senhingga kurang dicintai rakyat, Nabi Muhammad SAW merupakan seorang pemimpin yang senantiasa merasakan suka duka kehidupan bersama rakyat yang dipimpinnya, sangat memahami aspirasi curhatnya dan selalu melayani mereka. Ia bukan tipe pemimpin berwatak menara gading seperti kebanyakan pemimpin dan penguasa, hanya pandai berbicara dan menyekolahkan orang lain yang dianggap tidak sesuai dengan jalan pikirannya sendiri. Nabi SAW benar-benar mau berintegarsi dengan umat tanpa pandang bulu.

Ajang Dakwah

Dalam hubungan ini, kalangan yang sangat anti mengkaji perjuangan Nabi (peringatan Maulid Nabi), semoga tidak mencaci maki atau mencela kegiatan tersebut. Sebab pekerjaan lain yang bermanfaat masih sangat banyak. Daripada saling mengejek sesama seiman, tentu lebih baik saling mengingatkan akan ancaman musuh Islam yang terus-menerus menggerogoti umat Islam. sudah tiba saatnya sesame umat Islam dari berbagai aliran menyatukan langkah. Merapatkan barisan, dan berjuang bahu membahu untuk meraih kemajuan.

Yang dilakukan dalam memperingati maulid Nabi Muhammad SAW itu bukan hura-hura, tetapi umat Muslim berkumpul untuk mendengarkan pembacaan al-Qur’an, membaca kembali kisah-kisah perjuangan Nabi Muhammad, mukjizatnya, akhlaknya yang mulia dan seterusnya. Tujuannya antara lain adalah agar umat dapat meneladani sifat-sifat terpuji Rasulullah tersebut dan mengamalkannya secara nyata dalam kehidupan sehari-hari. Sebab pribadi dan kepemimpinan Nabi menjadi sangat relevan diterapkan pada masa sekarang. Bahkan bila dilaksanakan sunggguh-sungguh oleh semua pribadi Muslim, maka akan membantu bangsa ini keluar dari keterpurukan.(www.amanah.or.id)

2 Responses to Memaknai Maulid Nabi Muhammad SAW

  1. Ahmad Izudin says:

    Assalamu’aliaku,wr.wb

  2. harapan umat says:

    Wa’alaikum salam Wr Wb Akhi..
    Ni sapa ya klo blh tau?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: