Sang Pewaris Nabi

r.jpg “Siapa saja yang menempuh perjalanan untuk mencari ilmu, Allah memperjalankannya diatas salah satu jalan surga. Sesungguhnya para malaikat meletakkan sayap mereka karena ridho kepada penuntut ilmu. Sesungguhnya seorang alim itu dimintakan ampunan oleh makhluk yang ada di langit dan di bumi hingga ikan yang ada di dasar lautan. Sesungguhnya keutamaan seorang alim di atas seorang abid (Ahli ibadah) seperti keutamaan bulan pernama atas seluruh bintang-bintang. Sesungguhnya ulama itu adalah pewaris para nabi. Sesungguhnya para nabi tidak mewariskan dinar dan dirham, melainkan mewariskan ilmu. Karena itu, siapa saja yang mengambilnya, ia telah mengambil bagian yanng besar. (HR Abu Dawud, Ibn Majah,at-Tarmidzi, Ahmad, ad-Darimi, al-Hakim, al-Baihaqi, dan Ibn Hibban).

Sang pewaris Nabi adalah ulama. Adapun peran ulama yang dimaksud di adalah

Pertama, pemelihara dan penjaga warisan para nabi, yakni wahyu dan risalah. dalam konteks ini adalah Al Quran dan As-Sunah. Dengan kata lain, peran ulama sebagai pewaris para nabi ialah menjaga agama Allah SWT. Peran ulama bukan sekadar menguasai khazanah pemikiran Islam, menyangkut masalah akidah maupun syariah. Ulama juga bersama umat berupaya menerapkan, memperjuangkan, serta menyebarkan risalah Allah.

Dalam konteks ini ulama bukan hanya memahami dalil syariah, kaidah istinbath (penggalian) dan ilmu alat lainnya. Tetapi juga ikut mengubah realitas yang telah rusak yakni bertentangan dengan warisan Nabi SAW.

Kedua, pembimbing dan penjaga umat. Membimbing agar umat selalu berada pada jalur yang lurus. Menjaga umat dari kebodohan, kejahatan dan penyesatan yang dilakukan oleh kaum musuh Islam.

Ketiga, pengontrol penguasa. Para ulama yang mengeluarkan fatwa mempengaruhi kehidupan umat hendaknya mampu memahami kondisi umat. Selanjutnya, ulama dapat mendesak pemerintah untuk membenahi

aturan yang tidak sesuai atau menyimpang dalam kehidupan masyarakat.

Keempat, sumber ilmu. Ulama adalah sumber ilmu dan orang fakih dalam masalah halal haram. Ia adalah tempat menimba ilmu sekaligus guru yang bertugas membina umat. Dengan begitu umat memiliki kepribadian kuat dan berani mengoreksi penyimpangan dalam kehidupan.

Inilah peran dan fungsi sentral sang pewaris Nabii di tengah masyarakat. Namun mungkin saja sekulerisasi dan demokratisasi telah memberangus fungsi dan peran ulama tersebut. Hal itu sekaligus meminggirkan mereka dari urusan negara dan masyarakat. Wallahuaalam bisshawab..(gsti)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: