Membangun perilaku MANAJEMEN WAKTU

“Demi masa Sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan menjalankan amal saleh dan saling menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran (QS. Al-Ashr 1-3)

Surat Al ‘Ashr di atas memang laksana laut tak bertepi. Setiap kali men-tadabburi-nya, setiap itu pula kita menemukan makna baru yang menuntut kesadaran pemanfaatan waktu. Paling tidak, dari surat tersebut kita yakin bahwa setiap manusia hanya akan menghabiskan waktunya dalam kerugian, kecuali mereka yang memiliki kemampuan memanfaatkan waktu dengan baik.

Pernahkah kita dikejar-kejar dengan waktu, misalnya deadline pengumpulan TUGAS dan laporan PRAKTIKUM, persiapan Ujian Semester dengan sistem belajar SKS (Sistem Kebut Semalam) atau mungkin pengumpulan naskah TUGAS AKHIR? Pasti diantara kita pernah mengalami hal-hal seperti itu. Pengaturan waktu yang efektif memang sangat sulit meskipun kita sudah mencatat agenda pada hari ini namun sering kali tidak tercapai. Alasannya: malas, kurang disiplin, kurang motivasi, masih ada hari esok, dll. Sebetulnya itulah pemicu kegagalan, menganggap remeh suatu persoalan atau menunda-nunda pekerjaan. Akhirnya, kita mengerjakannya dengan terburu-buru dan hasilnya tidak maksimal.

Tiap-tiap orang punya definisi berbeda-beda tentang waktu, diantaranya sebagai sumber daya paling berharga. Bila mesin rusak, kita bisa membeli baru. Bila benda yang kita miliki hilang, kita bisa mencari penggantinya. Tapi, waktu tak bisa digantikan. Begitu pentingnya faktor waktu ini, banyak sekali ketrampilan dipelajari agar kita bisa mengatur waktu dengan baik. Tujuannya adalah agar kita bisa bekerja lebih “smart” dan produktif. Banyak pula alat bantu, seperti “to do list”, “planner”, alarm, dll dibuat untuk mengatur waktu. Namun, dasar dari semua itu adalah membangun perilaku kerja yang peduli dan menghargai nilai waktu. Bahkan Allah berjanji dengan menggunakan kosakata waktu, ini membuktikan bahwa betapa berharganya waktu. Akan tetapi berapa banyak diantara kita yang benar-benar memanfaatkan waktu dengan sebaik-baiknya? Sebenarnya, jika kita ingin mengatur kehidupan dan membuatnya menyenangkan, sebagai permulaan, yang dibutuhkan adalah pengaturan waktu atau yang lebih dikenal dengan manajemen waktu.

Biasanya orang yang sukses di dunia ini, nggak ada ceritanya teledor terhadap waktu. Mereka pasti orang-orang yang tahu bagaimana mengoptimalkan waktu yang mereka punya. Sebutlah Thomas Alfa Edison. Dia menghargai setiap detik waktu yang dimilikinya untuk melakukan percobaan-percobaan ilmiah. Seandainya saja waktu itu, dia punya motto kayak umumnya remaja sekarang ”muda foya-foya,tua kaya raya, mati masuk syurga” dan tak ada penghargaan terhadap waktu, bukan tak mungkin kamu masih bergelap-gelap karena bola lampu belum ditemukan.

Bill Gates, di usianya yang 19 tahun sudah berhasil bikin program komputer. Enam tahun kemudian di usianya ke-25 tahun, dia sudah berhasil bikin perusahaan sendiri dan terbesar di seluruh dunia, Microsoft . Lalu ada Ibnu Sina yang di Barat terkenal dengan nama Avicenna. Pada umur 17 tahun beliau belajar kedokteran dan setahun kemudian sudah jadi dokter. Pada usia 21 tahun, buku satu perpustakaan terbesar dan terkenal di jamannya sudah habis dilahap sekaligus awal mula beliau menulis buku tentang kedokteran yang menjadi acuan seluruh dunia.

Sementara itu, teman-teman di sekitar kita mau berbagi tips seputar manajemen waktu. Adik Dewi, pelajar kelas XII jurusan Akuntansi SMK Adhikawacana mempunyai kiat tersendiri dalam mengatur jadwal keseharian. Siang harinya, dia gunakan untuk membantu Ibunya menyelesaikan pekerjaan rumah dan malam harinya digunakan untuk belajar. Menurutnya, mengatur waktu merupakan hal yang penting menuju kesuksesan. Lain lagi dengan alumni jurusan Fisika MIPA ITS memaknai manajemen waktu yaitu tidak melewatkansetiap moment untuk hal yang sia-sia. Dengan aktivitasnya di Kaderisasi PSDM JMMI dan Sekretaris Tablighul Islam FOSIF, dia bisa menyelesaikan studinya dalam 3,5 tahun. Pengaturan waktu kesehariannya dilakukan dengan mempertimbangkan manfaat setiap hal yang akan dikerjakan. Misalnya, dia akan berpikir dua kali untuk ”bergurau bersama teman-teman”. Dalam belajar, dia punya tips yang jitu, yaitu dengan mempelajari lagi materi yang telah didapatkan. Hal ini dilakukannya dengan memindahkan catatan kuliah ”oret-oretan” ke dalam catatan yang rapi. Selain itu dia juga belajar saat mengerjakan tugas-tugas kuliah sehingga waktu Ujian Semester, tinggal mengulang saja. Karena menurut dia waktu adalah PEDANG, jika kita tidak menggunakan waktu dengan sebaik-baiknya maka waktulah yang akan memotong kita.

Terlepas dari itu semua, waktu 24 jam sehari tidak bisa kita tambah. Sekalipun kita beli jam tangan yang 36 jam (kalau saja ada), pasti tidak laku, karena waktu akan berjalan apa adanya. Dan kita tidak bisa mengeremnya. Idealnya setiap waktu sudah ada jadwal kebaikannya sendiri-sendiri. Yang kerap membuat rusak urusan kita adalah karena kita salah mengisinya. Untuk membangun perilaku waktu, yang paling penting adalah membuat peta dari apa yang akan kita lakukan. Tanyakan pada diri kita: Apa yang wajib kita lakukan? Apa yang sunah? Dan apa yang mubah-mubah saja untuk diperbuat? Dengan demikian, marilah kita jadikan setiap detik begitu berarti sehingga cukup menjadi sarana untuk menjadikan diri kita produktif.

Wallahu a’lam

2 Responses to Membangun perilaku MANAJEMEN WAKTU

  1. ikKe says:

    ok juga,,TapI..tErlAlU AgAmA bAngEt Ya,,,boleh juga neh wat tugas saya dari guru saya,,,yang bejubel ini,,,thanks bgt deh dah bikin artikel kyak gini…ngebantu w banget deh,,,

  2. mbak layla says:

    BTW sebelumnya thanks ya dek ikke ats masukannya,kita kasih sentuhan agama dgn harapan bisa memantapkan hati kita
    semoga bermanfaat deh bwt tugasnya:)…
    TIME is LIFE … met beraktivitas bwt dek ikke…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: