17 AGUSTUS, SAATNYA BERBENAH DEMI INDONESIA

Kemerdekaan adalah jembatan emas. Artinya, kemerdekaan bukan akhir dari perjuangan. Kemerdekaan bagi Indonesia seharusnya menjadi awal bagi perjuangan untuk memerdekakan rakyat Indonesia. Bila suatu negara sudah merdeka maka negara tersebut memiliki sebuah kedaulatan / kekuasaan untuk mengurus rumah tangganya sendiri dan terlepas dari campur tangan bangsa lain.

hut-52-ri.jpgTepat pada tanggal 17 Agustus 2007, Indonesia genap berusia 62 tahun. Kemeriahan perayaan HUT RI kali ini sudah mulai terasa. Mensyukuri kemerdekaan merupakan sesuatu yang patut dilakukan, namun melakukan instrospeksi untuk melihat sejauh mana cita-cita kemerdekaan telah kita capai, tidak boleh diabaikan. Karena kemerdekaan adalah jembatan emas untuk memerdekakan rakyat Indonesia dari keterbelakangan.

Kemerdekaan dan kedaulatan bangsa dan negara, merupakan prasyarat mutlak untuk melaksanakan proses pembangunan. Enam puluh dua tahun adalah usia kemerdekaan bangsa Indonesia. Nilai kemerdekaan yang sudah dinikmati selama 62 tahun ini merupakan modal dasar dalam melaksanakan pembangunan nasional. Bila diukur dari usaha harapan hidup manusia Indonesia, usia segitu sudah tentu termasuk usia tua. Namun bila dihitung dengan skala umur bangsa dan negara, usia 62 tahun masih tergolong sangat muda belia, bahkan bisa jadi dapat dikatakan sebagai masih “balita” bila dikaitkan dengan harapan hidup Indonesia yang tidak terbatas.

Di balik usia itu, muncul pertanyaan, apa, mengapa, bagaimana, untuk apa, kenapa, siapa yang telah berusaha untuk mengisi kemerdekaan Indonesia? sudahkah kita menunjukkan usaha nyata sebagai orang yang menghormati jasa para pahlawan kusuma bangsa? Atau malah sebaliknya, berbagai perilaku sosial masyarakat saat ini lebih banyak menunjukkan tindak tanduk yang kurang mendukung pada usaha pengisian kemerdekaan bangsa dan negara Indonesia.

Pemahaman mengenai makna kemerdekaan harus menjadi dasar bagi instrospeksi sebagai bangsa. Benarkah kita sudah berjuang untuk memerdekakan rakyat Indonesia? Benarkah kita mengakui bahwa kemerdekaan adalah jembatan emas sebagai peluang emas untuk membangun masyarakat adil dan makmur yang kita rindukan? Wajah buram Indonesia akan segera menjadi cemerlang jika kita mengakui kemerdekaan adalah jembatan emas. Menyeberangi jembatan emas bersama adalah keputusan bersama. Masyarakat Indonesia harus bersatu untuk mengisi kemerdekaaan bangsa. Perjuangan setiap orang Indonesia adalah perjuangan untuk semua, dan perjuangan Indonesia (semua) untuk satu. Dalam Indonesia merdeka semua individu memiliki hak untuk mengalami kemerdekaan dan dimerdekakan. Jika ini terjadi, maka semua orang Indonesia pasti akan meneteskan air mata mengenang perjuangan para pahlawan yang tanpa pamrih, rasa kebangsaan kita makin kokoh, kejayaan Indonesia hanya tinggal menunggu waktu. Sayangnya yang terjadi adalah sebaliknya.

Misal, munculnya perilaku sosial yang kurang mendukung pada proses pengisian nilai-nilai kemerdekaan Indonesia. Tindak pidana korupsi, kolusi, nepotisme, pelanggaran HAM dan hukum, masih terus merajalela, tanpa mampu dikendalikan secara signifikan oleh para penegak hukum. Setelah kekecewaan terhadap kemandulan hukum masyarakat akan semakin bertanya arah reformasi akan berjalan, serta nilai kedaulatan bangsa dan negara akan dibawa? Dimanakah kemerdekaan seseorang dapat ditegakkan?

Sementara di kalangan remaja atau generasi muda (khususnya mahasiswa) peringatan terhadap peristiwa reformasi lebih memesona dan lebih diminati dibandingkan dengan peringatan Agustusan. Upacara bendera, yang diisi dengan ritual menyanyikan lagu Indonesia Raya, pembacaan teks Pancasila, menaikkan bendera, kehadiran pasukan paskibra, baris-berbaris, dan diisi sambutan dari seorang pejabat, menjadi sesuatu hal yang kurang memberikan tantangan bagi kalangan generasi muda. Mereka lebih suka mengganti upacara Agustusan dengan demonstrasi ke lapangan untuk menyuarakan aspirasinya. Implikasi dari kondisi seperti ini, tidak mengherankan bila ada sinyalemen bahwa nilai-nilai nasionalisme di kalangan generasi muda, dinilai lebih rendah dibandingkan dengan generasi sebelumnya. Nilai-nilai kepahlawanan, kejuangan, dan kesetiakawanan sosial, yang merupakan nilai-nilai luhur para pendiri bangsa dan negara, kini kian menjadi sesuatu hal yang aneh dalam benak bangsa Indonesia.

Pada sepuluh tahun terakhir ini, konflik sosial, keresahan sosial, semangat pemisahan diri, friksi politik, cenderung lebih besar dibandingkan dengan keinginan dalam membangun kebersamaan dan keutuhan bangsa dan negara. Seiring dengan hal tersebut, tepat kiranya bila momentum peringatan hari kemerdekaan Indonesia ini, dijadikan sebagai momentum refleksi nasional, terhadap seluruh budaya dan perilaku sosial kita dalam mengisi kemerdekaan, kedaulatan bangsa dan negara. Karena, hanya dengan usaha sadar dan kebersamaan inilah, masa depan Indonesia akan dapat dengan mudah diwujudkan, Indo­nesia masa depan, bukanlah Indonesia saya, juga bukan Indonesia kamu, apalagi Indonesia mereka. Indonesia masa depan adalah Indonesia kita bersama, yang perlu mendapat dukungan dari kita semua. Selamat ulang tahun Indonesia. (dari berbagai sumber)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: